Kisah Hidup Maradona Sebagai Legenda Argentina
Kisah Hidup Maradona Sebagai Legenda Argentina
kompihub.com – Kisah hidup Diego Armando Maradona selalu menarik perhatian publik yang terkait drama keluarga, harta, takhta, wanita. Dari perseteruan dengan mantan menantunya, Sergio Aguero hingga akhirnya menerima anaknya setelah 20 tahun. Diego Maradona meninggal pada Rabu sore setelah menderita serangan jantung di rumahnya di Argentina.
Kematian Diego Maradona pada usia 60 terjadi dua minggu setelah operasi menyusul pendarahan di otak. Pemenang Piala Dunia ini meninggalkan warisan gemerlap di lapangan dari masa-masa tak terlupakan bersama Napoli, Barcelona, dan tim nasional Argentina. Posisinya di sepak bola tidak diragukan lagi, tetapi putra kesayangan Argentina, yang telah berjuang melawan alkohol dan kecanduan narkoba serta obesitas, meninggalkan warisan pribadi dan keluarga yang rumit.
Diego Armando Maradona yang lebih dikenal dengan sebutan Maradona adalah mantan pemain sepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pemain sepak bola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri.
Biografi Diego Maradona
Untuk Biografi Pemula, dia dijuluki ‘Layang-layang Kosmik’. Diego Armando Maradona lahir pada Oktober 30, 1960, di Villa Fiorito, provinsi Buenos Aires, Argentina untuk orang tua, Don Diego (Ayah) dan Dalma Salvadora Franco (Ibu).
Ia lahir sebagai anak kelima dari delapan bersaudara dari sebuah keluarga Katolik Roma. Nama depan Maradona berasal dari bahasa Yunani dan Ibrani Artinya bisa menggantikan (menggantikan yang lain) atau guru. Nama tengahnya adalah Armando “Pria di Tentara”.
Karier Klub
Pada usia 10 tahun bakat sepak bolanya ditemukan oleh pemandu bakat klub Agentinos Juniors. 2 tahun kemudian dia menjadi maskot klub tersebut bernama Los Cebollitas (Bawang Kecil), yang mana dia bertugas untuk menghibur penonton dengan keterampilan sepak bolanya saat jeda pertandingan pada kompetisi divisi utama Argentina, Argentinos Juniors. Bakatnya tercium sampai ke Inggris saat klub Sheffield United mencoba mentransfernya seharga 180.000 poundsterling. Proposal itu kemudian ditolak oleh Argentinos Juniors.
FC Barcelona
Setelah Piala Dunia FIFA 1982, Maradona kemudian ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia pada saat itu. Disana bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan FC Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao. Kariernya di FC Barcelona mengalami beberapa kendala, pertama adalah ketika Maradona divonis mengidap penyakit hepatitis, kemudian cedera engkel yang parah akibat tekel keras oleh pemain Athletic de Bilbao, Andoni Goikoetxea di mana hampir mengakhiri kariernya dalam dunia sepak bola. Selain itu dia juga kerap bersitegang dengan Presidan klub Josep Lluís Núñez